blog.fabil.co.id – Hingga detik ini, masih banyak wanita yang tergiur dengan skincare yang memberikan efek putih secara instan. Nampaknya, tren ingin wajah putih ini, masih digilai oleh wanita di Indonesia. Hanya dengan penggunaan selama 3 hari, wajah bisa langsung tampak kinclong. Sayangnya, masih banyak wanita yang tertipu dengan iklan-iklan krim pemutih yang no branded dan gak memiliki izin dari BPOM.

Parahnya lagi, para penjual produk non BPOM ini mengatakan, jika produknya merupakan racikan dokter/apoteker, dan katanya sudah menggunakan bahan-bahan standar BPOM. Padahal, setelah di cek pada website BPOM, produk-produk tersebut gak terdaftar, baik produk ataupun brandnya.

Pertanyaannya, kenapa sih masih banyak wanita yang tergiur?
Ini semua disebabkan, karena pintarnya para penjual dalam menawarkan produk. Banyaknya foto before after yang mereka sebarkan, membuat para konsumen percaya. Karena bukan lagi rahasia, jika hasil cepat dan instan masih menjadi faktor penentu utama dalam memilih skincare.

Namun mereka belum menyadari, bahwa apa yang mereka gunakan selama ini, ternyata mengandung bahan-bahan berbahaya.

Sebetulnya, bahan-bahan ini masih “aman”, jika digunakan dengan pantauan dokter. Tapi kebanyakan, produk-produk tersebut sudah tersebar bebas di pasaran. Dengan kadar kandungan yang melebihi ambang batas pemakaian.


Apa sajakah bahan skincare berbabahya itu ? Berikut penjelasannya!

1. Merkuri

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Hakikatnya, merkuri merupakan sejenis logam berat yang beracun. Sayangnya, merkuri kerap kali dtemukan pada produk krim pemutih dan anti aging.
Produk yang mengandung merkuri bisa di cek pada komposisi dengan label berikut, mercuric iodide, mercurous chloride, ammoniated mercury, amide chloride of mercury, quicksilver, cinnabaris (mercury sulfide), hydrargyri oxydum rubrum (mercury oxide), atau mercury iodide dalam ingredients.

Di Eropa dan beberapa negara di Afrika, pemerintah setempat sudah melarang penuh penggunaan merkuri pada kosmetik. Di Indonesia sendiri, penggunaan merkuri dalam kosmetik dan produk kesehatan diatur dengan ketat.

Keracunan akibat merkuri dapat menyebabkan kulit terbakar, pendarahan, dermatitis, eritema, dan perubahan warna kulit. Bahkan disinyalir bisa mempengaruhi kerusakan pada ginjal dan sistem syaraf. 

2. Hydroquinone

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Pada dasarnya, hydroquinone merupakan bahan kimia yang sering digunakan pada kosmetik. Berfungsi untuk menyamarkan area kulit, yang mengalami masalah hiperpigmentasi, bintik-bintik hitam, serta bintik-bintik penuaan.
Hydroquinone sangat membahayakan, karena dapat menyebabkan kulit semakin tipis dan keracunan jika digunakan dalam konsentrasi berlebih.
Beberapa negara, seperti Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia telah melarang penggunaan hydroquinone dalam produk kosmetik. Sementara di Indonesia, penggunaan hydroquinone pada kosmetik diatur oleh BPOM dengan batasan hanya pada produk pewarna rambut dan kuku sebesar 0,3% dan 0,2%.

3. Steroid

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Jika kamu perhatikan, steroid sebetulnya termasuk ke dalam salah satu obat keras. Ini ditandai dengan dengan adanya lingkaran merah pada kemasan produknya. Yang artinya, hanya bisa digunakan jika menggunakan resep dokter.

Sayangnya, secara fisik belum ada ciri-ciri khusus yang dapat memudahkan untuk mengidentifikasi skincare berbahan steroid. Berikut adalah jenis steroid yang beredar sebagai obat di Indonesia: Hydrocortisone, Desonide, Betametasone, Mometasone, Triamcinolone Acetonide, Fluocinolon Acetonide, Desoximetasone, Clobetasol Propionate.

Steroid tidak boleh dicampurkan pada produk kosmetik dan digunakan dalam jangka panjang. Karena akan memberikan efek buruk seperti, penipisan kulit, muncul gurat-gurat kemerahan serupa stretchmark, teleangiektasis (urat-urat pink merah keunguan di kulit, yang muncul akibat terjadi pelebaran pembuluh darah kulit), hingga berakibat kulit lebih rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri.


Gimana fabilova? Ngeri kan ternyata skincare yang hasilnya instan itu?
So, mulai sekarang jangan mudah tergiur dengan skincare hasil instan dan ekspress ini yah fabilova. Niat pengen cantik, eh malah kena penyakit ? Gak mau kan ?